Lelah merupakan suatu akibat dari pekerjaan yang berlangsung terus menerus tanpa adanya rehat, begitulah menurut hemat saya. Saat lelah apa yang kita lakukan? Istirahat. Ya, istirahat merupakan pilihan bijak bila kita menderita ke-lelah-an. Dan juga merupakan jawaban logis untuk kita sejenak tidak “bekerja”. Saat lelah maka semua pekerjaan akan terlihat sangat berat dan sangat membuat kia berfikir sejenak..”kok gak ada habisnya”..
HIV/AIDS dan NARKOBA merupakan bagian hidup manusia, begitulah yang terjadi sekarang. Tidak ada diantara kita yang tidak membicarakan salah satunya, minimal seminggu sekali, mhhh, dua minggu sekali atau bahkan tiap hari. Dipinggir jalan, televisi, radio, internet selalu ada gerakan moral untuk membumihanguskan “mereka” dari muka bumi. Gerakan yang menelan biaya gak tahu berapa, tapi yang pasti bisa bikin Lumpia basah untuk seluruh umat manusia, barangkali. Saking seringnya kita diberi peringatan bahaya HIV/AIDS dan NARKOBA, saking seringnya kita melihat penderitaan saudara kita, semakin biasa hal itu menghampiri diri kita, sampai saya kadang berkata…uhh cape deh…!
Cape karena banyaknya biaya keluar, banyaknya korban jatuh, banyaknya tulisan, banyaknya banyak banyak………banyak kuadrat. Tapi yang terjadi adalah kelelahan. Mungkinkah kita rehat sedikit memerangi HIV/AIDS dan NARKOBA. Sejenak untuk mengumpulkan tenaga. Disaat yang bersamaan “mereka” tidak pernah rehat.
Mungkin rehat bukan solusi bijak, tapi juga bukan solusi buruk. Lalu, kalau kjita rehat…sampai kapan…?
Menunggu samapai kapan sebaiknya saya rehat dulu membahas hal ini, karena saya lelah. Beberapa saat kedepan mungkin saya udah segar lagi dan membahas kelanjutannya….
Sabar yang menjemukan adalah perbuatan mulia yang menjemukan…










Komentar Terakhir