Mitos Seks dan Narkoba – Myth Sex and Drugs


Tidak seindah yang Anda Lihat

Tidak seindah yang Anda Lihat

Narkoba dan seks, hal yang menjadi bahan perdebatan akan hubungannya. Seberapa jauh presepsi Anda tentang hubungan ini? apakah Kita sudah memahaminya atau hanya mendengar kabar Burung saja. Pembahasan dibawah ini mungkin sedikit bisa membuka wacana kita tentang kedua hal tersebut.

Mengkonsumsi narkoba bukannya akan menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan masalah dan berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual karena menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan. Narkoba yang terdiri dari beragam jenis ini memiliki pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa pemakainya, diantaranya:

HEROIN

Pada pria akan terjadi adalah penurunan kadar hormon testosteron, menurunnya gairah seksual, disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. Sedangkan pada wanita, menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan dan mengecilnya payudara. Masalah seksual tersebut muncul karena pengaruh heroin yang menghambat fungsi hormon seks.

MARIJUANA

Bahan yang diisap seperti rokok ini memiliki kandungan tar yang jauh lebih tinggi daripada rokok. Sehingga bagi pria akan berakibat mengecilnya ukuran testis dan menurunnya kadar hormon testosteron. Juga akan berakibat pembesaran payudara, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi dan gangguan sperma. Sementara bagi wanita akan berpengaruh terjadinya gangguan sel telur, hambatan untuk hamil dan terhambatnya proses kelahiran disamping dorongan seksual yang menurun.

ECSTASY

Ecstasy (klik disini untuk detail ekstasi) dapat meningkatkan pelepasan Neurotransmitter Dopamine di dalam otak. Dopamine merupakan Neurotransmitter yang bersifat merangsang, termasuk perilaku seksual. Maka peningkatan Dopamine sebagai akibat pengaruh ecstasy dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual, yaitu melakukan aktivitas seksual yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal.

DEPRESAN

Depresan atau lebih dikenal sebagai obat penenang akan mengganggu metabolisme hormon testosteron jika digunakan secara berlebihan, yang mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi pada pria. Sedangkan pada wanita akan mengganggu menstruasi dan juga menurunnya dorongan seksual.

Jika ada orang yang mengaku fungsi seksualnya menjadi lebih baik setelah mengkonsumsi narkoba, itu hanya disebabkan pengaruh negatif narkoba. Karena setelah mengkonsumsi narkoba, ecstasy misalnya, akan merasa lebih segar dan merasa fungsi seksualnya menjadi lebih baik. Sehingga tak takut melakukan hubungan seksual yang beresiko tinggi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi.

Anggapan narkoba dapat meningkatkan fungsi seksual harus diluruskan, bukan kekuatan, justru kekecewaan yang didapat. Tetapi apapun alasannya, jauhi barang haram tersebut jika tak ingin menyesal di kemudian hari.

GANJA/CANNABIS

(marijuana and hashish) dianggap sebagai aphrodisiacs, meningkatkan suasana hati, gairah dan merangsang aktivitas seksual. THC (tetrahydrocannabinol), kimia aktif utama ganja, memang menambah suasana hati dan mengurangi hambatan, tetapi efek pada libido bervariasi: beberapa mengatakan hal itu secara signifikan meningkatkan dorongan seksual, tetapi banyak pengalaman efek sebaliknya. Beberapa mengatakan mariyuana memudahkan, hubungan spiritualyang lebih indah. Tetapi yang lain mengatakan bahwa mariyuana menciptakan ruang-ruang pribadi dan jarak antara mitra.

Bahkan, mariyuana mendistorsi arti waktu, sehingga konsumen dapat mengalami ilusi berkepanjangan gairah dan orgasme. Tapi  perokok ganja mempunyai kesuburan rendah (lebih rendah jumlah sperma dan testosteron rendah) dan perempuan dapat memiliki ovulasi tidak normal (tapi jangan berpikir bahwa mariyuana bekerja sebagai metode kontrasepsi, kehamilan bisa terjadi !…).

Merokok mariyuana selama kehamilan adalah  berbahaya bagi janin seperti merokok tembakau; THC dapat melintasi plasenta, merangsang keguguran, cacat lahir, dan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan bay.

Sumber :

~ oleh eemoo pada Oktober 26, 2009.

Satu Tanggapan to “Mitos Seks dan Narkoba – Myth Sex and Drugs”

  1. baru tahu kalau obat2an seperti yang diterangkan diatas dapat menurunkan gairah seksual

    tapi menurut cerita teman2 sih katanya dengan mabok (minum) dalam hubungan seks semakin ganas

    “kurang tahu juga soalnya sekedar suka dengan GG SURYA”

    SALAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: