Degradasi moral sebagai “vektor” HIV/AIDS

•Oktober 11, 2010 • 1 Komentar

“___BANDUNG — Faktor risiko HIV/AIDS terbesar di Jabar berasal dari narkoba, psikotropika, dan zat aditif (napza). Dari jumlah penderita HIV/AIDS di Jabar per Maret 2007 sebanyak 2.513 orang. Dari jumlah itu sekitar 66 persennya bersumber dari pengguna napza.

Menurut Humas Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar, Tri Irwanda, faktor risiko terbesar adalah napza diikuti oleh heteroseksual. ”Kedua penyebab ini sebenarnya mempunyai korelasi,” katanya kepada Republika, Selasa (3/7). Tri menjelaskan, penderita HIV/AIDS dari napza sebanyakl 1.678 kasus. Dengan adanya harm reduction di antaranya pertukaran jarum suntik, membawa pengaruh positif untuk jumlah HIV/AIDS. Namun, ia mengaku, tidak mempunyai data keberhasilan program tersebut.

Dikatakan Tri, tidak ada satu kota/kabupaten pun di Jabar yang bebas dari HIV/AIDS dan narkoba. Pada 2007 ini, pemerintah menetapkan 17 kota/kabupaten di Jabar menjadi daerah skala prioritas penanganan HIV/AIDS. ”17 kota/kabupaten ini merupakan bagian dari 100 kota/kabupaten di Indonesia yang menjadi skala prioritas,” katanya menjelaskan.___”

dikutip dari : http://aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=366

Kalau kita membaca kutipan diatas, 66% penderita HIV/AIDS adalah pengguna NAPZA (walaupun ini data tahun 2007, namun saya kira tetap bisa dijadikan renungan), mengingatkan kita bahwa NAPZA merupakan “vektor” dari HIV/AIDS. Apakah pengguna NAPZA menyadari hal ini, belum ada penelitian yang dilakukan untuk hal yang satu ini. Namun dengan begitu banyaknya kampanye memerangi NAPZA dan HIV/AIDS seharusnya angka korelasi ini rendah. Namun ternyata menurut data diatas angkanya masih cukup tinggi. Penyesalan datang kemudian adalah apologi yang paling sempurna dalam menyikapi hal ini. “Kenikmatan” dalam menggunakan NAPZA ternyata membutakan hasil penelitian diatas. Efek negatif dari NAPZA ternyata hanya sebagian kecil dari serentetan neraka duniawi yang akan didapat. Hasil 66% pengguna NAPZA akan menjadi penderita HIV/AIDS adalah “efek” paling membahayakan, karena efek ini akan menjadikannya “vektor” paling sempurna bagi penyebarluasan HIV/AIDS.

Vektor HIV/AIDS yang notabene merupakan sumber “kenikmatan” manusia (seks bebas dan NAPZA), menjadikan HIV/AIDS menjadi begitu sulit di tekan angka penyebarannya. Pendekatannya-pun menjadi berbeda dengan penyakit lainnya. Pendekatan dari aspek moral adalah hal yang jarang dipakai dalam menekan angka penyebaran penyakit lain. Namun pendekatan ini menurut saya adalah penting, karena seks bebas merupakan sebagian dari perilaku moral kita yang agak lewat batas, terutama bagi kita warga timur. Sedangkan NAPZA yang merupakan pemberontakan terhadap moral karena bagi sebagian besar (lebih dari 80% adalah muslim) warga kita menggunakan NPZA adalah sesuatu yang haram, namun angka penggunanya tak pernah surut.

stop HIV/AIDS

stop HIV/AIDS

Degradasi moral sebagai vektor HIV/AIDS, sehingga kalau saya berpendapat bahwa HIV/AIDS adalah hasil dari pemberontakan moral agaknya hal ini tidak terlalu berlebihan. HIV/AIDS adalah tamparan yang sangat keras bagi kita umat manusia yang semakin meninggalkan moral untuk sesuatu yang akan kita sesali kemudian hari.

 

Save our generation, Save the Planet

 

 

MEKANISME RACUN DALAM TUBUH MANUSIA

•Oktober 5, 2010 • 1 Komentar
keracunan-makanan

keracunan-makanan

Racun dapat masuk ke dalam tubuh manusia dapat melalui berbagai jalan. Berikut adalah urutan jalan masuk racun berdasarkan kecepatan kerjanya:

§ Inhalasi

§ Parenteral atau injeksi

§ Per-oral atau ingesti

§ Perektal atau pervaginum

§ Penyerapan melalui kulit yang sehat atau sakit

Racun yang masuk ke dalam tubuh dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme kerjanya dalam tubuh manusia:

v  Racun yang bekerja lokal atau setempat. Umumnya akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan dapat disertai dengan perforasi.

–    zat-zat korosif, misalnya lisol, asam kuat, basa kuat

–    bersifat iritan, misalnya arsen, HgCl2

–    bersifat anastetik, misalnya kokain, asam karbol

v  Racun yang bekerja secara sistemik. Umumnya golongan ini memiliki afinitas terhadap salah satu organ atau sistem.

–    susunan saraf pusat : narkotika, barbiturat, dan alkohol

–    jantung : digitalis dan asam oksalat

–    enzim pernafasan sel : karbon-monoksida dan sianida

–    hati : insektisida golongan ”chlorinated hydrocarbon” dan golongan fosfor organik

–    medulla spinalis : strychnine

–    ginjal : cantharides dan HgCl2

v  Racun yang bekerja secara lokal dan sistemik. Pada golongan ini racun yang pada awalnya bersifat lokal dapat masuk ke darah secara sistemik dan menekan pusat pernafasan.

–    asam oksalat

–    asam karbol

–    arsen

Heart Failure, a.k.a gagal jantung

•April 22, 2010 • 1 Komentar

Gagal Jantung

Insiden penyakit gagal jantung semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Jenis penyakit gagal jantung yang paling tinggi prevalensinya adalah Congestive Heart Failure (CHF) ‘gagal jantung kongestif’. Di Eropa, tiap tahun terjadi 1,3 kasus per 1000 penduduk yang berusia 25 tahun. Kasus ini meningkat 11,6 pada manula dengan usia 85 tahun ke atas. Demikian penjelasan Dr. Santoso Karo Karo, M.Ph. dalam simposium “Late Breaking News in Heart Failure” di Hotel Kempinski Plaza, 17 Februari 2001. Pembicara lain yang hadir dalam acara tersebut antara lain Dr. Aulia Sani, Sp. JP.; Dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP.; dan Dr. Sunarya Soerianata, Sp.JP.

Lebih lanjut, Santoso mengatakan bahwa penyakit gagal jantung dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas menurut NYHA Functional Class. NYHA I berupa penyakit ringan dan tidak ada gejalanya pada aktivitas biasa; NYHA II dalam aktivitas normal menimbulkan lelah dan aktivitas fisik sedikit terbatas; NYHA III ditandai dengan lelah, palpitasi atau angina, dan keterbatasan melakukan aktivitas; serta NYHA IV di mana keluhan sudah timbul waktu istirahat dan semakin berat pada aktivitas ringan. Tingkat kematian pada NYHA II dan III sebesar 20% sedangkan pada NYHA IV lebih tinggi, yaitu 50%. Oleh sebab itu, tujuan pengobatan penyakit gagal jantung dibedakan atas dua macam, yaitu untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup. Untuk mengurangi gejala (NYHA II dan III) digunakan Diuretics, Digoxin, dan Ace Inhibitor. Sedangkan untuk memperpanjang harapan hidup (NYHA IV) digunakan Ace Inhibitor, Beta Blocker, Oral Nitrat plus Hydralazine, dan Spironolactone.

Sementara itu, menurut Aulia Sani, penyakit gagal jantung meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data di RS Jantung Harapan Kita, peningkatan kasus ini dimulai pada 1997 dengan 248 kasus, kemudian melaju dengan pesat hingga mencapai puncak pada 2000 dengan 532 kasus. Diperkirakan tahun ini juga akan terjadi peningkatan. Untuk itu, pihak RS telah mengantisipasi lonjakan kasus tersebut dengan membuka Klinik Khusus Gagal Jantung dan pelayanan One Day Care dengan sistem Nurse Base Care. Mengenai kematian akibat penyakit gagal jantung, Aulia yang juga Direktur RS tersebut, mengemukakan bahwa tahun lalu hanya 4,3% kematian yang terjadi. Jumlah yang kecil jika dibandingkan dengan insiden pada 1999 sejumlah 12,2%.

Gagal jantung, menurut Bambang Budi, adalah suatu sindroma klinik yang disebabkan oleh disfungsi ventrikel. Disfungsi ini, baik ringan atau berat, menimbulkan perubahan neurohormonal. Sistem neurohormonal yang pertama dikenal dengan sistem renin angiotensin aldosteron. Penelitian di USA telah menemukan penghambat enzim konversi angiotensin yang dapat memperbaiki kadar renin. Penghambat sistem renin terbaru adalah antagonis reseptor angiotensin II yang dapat memblok reseptor angiotensin AT1 dan AT2. Namun demikian, terdapat efek samping peningkatan aktivitas Angiotensin II yang menyebabkan meningkatnya adhesis platelet, vasokonstriksi, simpotomimetik aktivitas, parasympatolitik, dan peningkatan aldosteron. Untuk itu, perlu dicari penghambat lain di tingkat reseptor.

Obat golongan Ace Inhibitor, menurut Sunarya, dapat mengontrol respons neurohormonal pada gagal jantung kronik. Namun, ada jalur lain dalam produksi angiotensin II yang menyebabkan keterbatasan manfaat obat-obat Ace Inhibitor. Hal tersebut memacu pakar kardiovaskuler untuk mengadakan studi. Beberapa studi seperti ELITE, ELITE II, STRETCH, RESOLVD, dan CHARM telah dilakukan, namun masih terdapat beberapa kelemahan. Oleh karena itu, diadakanlah studi terhadap 5010 penderita gagal jantung kongestif class II–IV. Studi Val-HeFT (Valsartan Heart Failure Trial) memang tidak menunjukkan perbedaan mortalitas, tetapi menurunkan 13.3% kombinasi mortalitas dan morbiditas, serta menurunkan angka perawatan rumah sakit karena gagal jantung.

Transplantasi jantung sebagai alternatif lain memberikan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi, 84% bertahan hidup sampai lima tahun dan 70% bertahan sampai 10 tahun. Hanya kendalanya pada fasilitas yang rumit dan biaya transplantasi yang mahal. Negara-negara tertentu saja yang dapat melakukan transplantasi seperti Jerman dan Amerika Serikat. Negara tetangga kita Malaysia pun telah berhasil melakukan sepuluh transplantasi.

Gagal Jantung adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.

MEKANISME KOMPENSASI

1. Mekanisme respon darurat yang pertama berlaku untuk jangka pendek (beberapa menit sampai beberapa jam), yaitu reaksi fight-or-flight. Reaksi ini terjadi sebagai akibat dari pelepasan adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin (norepinefrin) dari kelenjar adrenal ke dalam aliran darah; noradrenalin juga dilepaskan dari saraf. Adrenalin dan noradrenalin adalah sistem pertahanan tubuh yang pertama muncul setiap kali terjadi stres mendadak. Pada gagal jantung, adrenalin dan noradrenalin menyebabkan jantung bekerja lebih keras, untuk membantu meningkatkan curah jantung dan mengatasi gangguan pompa jantung sampai derajat tertentu. Curah jantung bisa kembali normal, tetapi biasanya disertai dengan meningkatnya denyut jantung dan bertambah kuatnya denyut jantung. Pada seseorang yang tidak mempunyai kelainan jantung dan memerlukan peningkatan fungsi jantung jangka pendek, respon seperti ini sangat menguntungkan. Tetapi pada penderita gagal jantung kronis, respon ini bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan jangka panjang terhadap sistem kardiovaskuler yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan. Lama-lama peningkatan kebutuhan ini bisa menyebabkan menurunya fungsi jantung.

2. Mekanisme perbaikan lainnya adalah penahanan garam (natrium) oleh ginjal. Untuk mempertahankan konsentrasi natrium yang tetap, tubuh secara bersamaan menahan air. Penambahan air ini menyebabkan bertambahnya volume darah dalam sirkulasi dan pada awalnya memperbaiki kerja jantung. Salah satu akibat dari penimbunan cairan ini adalah peregangan otot jantung karena bertambahnya volume darah. Otot yang teregang berkontraksi lebih kuat. Hal ini merupakan mekanisme jantung yang utama untuk meningkatkan kinerjanya dalam gagal jantung. Tetapi sejalan dengan memburuknya gagal jantung, kelebihan cairan akan dilepaskan dari sirkulasi dan berkumpul di berbagai bagian tubuh, menyebabkan pembengkakan (edema). Lokasi penimbunan cairan ini tergantung kepada banyaknya cairan di dalam tubuh dan pengaruh gaya gravitasi. Jika penderita berdiri, cairan akan terkumpul di tungkai dan kaki Jika penderita berbaring, cairan akan terkumpul di punggung atau perut. Sering terjadi penambahan berat badan sebagai akibat dari penimbunan air dan garam.

3. Mekanime utama lainnya adalah pembesaran otot jantung (hipertrofi). Otot jantung yang membesar akan memiliki kekuatan yang lebih besar, tetapi pada akhirnya bisa terjadi kelainan fungsi dan menyebabkan semakin memburuknya gagal jantung. Penyebab Setiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa penyakit dapat mengenai otot jantung dan mempengaruhi kemampuannya untuk berkontraksi dan memompa darah. Penyebab paling sering adalah penyakit arteri koroner, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung. Kerusakan otot jantung bisa disebabkan oleh: – Miokarditis (infeksi otot jantung karena bakteri, virus atau mikroorganisme lainnya) – Diabetes – Kelenjar tiroid yang terlalu aktif – Kegemukan (obesitas). Penyakit katup jantung bisa menyumbat aliran darah diantara ruang-ruang jantung atau diantara jantung dan arteri utama. Selain itu, kebocoran katup jantung bisa menyebabkan darah mengalir balik ke tempat asalnya. Keadaan ini akan meningkatkan beban kerja otot jantung, yang pada akhirnya bisa melemahkan kekuatan kontraksi jantung. Penyakit lainnya secara primer menyerang sistem konduksi listrik jantung dan menyebabkan denyut jantung yang lambat, cepat atau tidak teratur, sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif. Jika jantung harus bekerja ekstra keras untuk jangka waktu yang lama, maka otot-ototnya akan membesar; sama halnya dengan yang terjadi pada otot lengan setelah beberapa bulan melakukan latihan beban. Pada awalnya, pembesaran ini memungkinkan jantung untuk berkontraksi lebih kuat; tetapi akhirnya jantung yang membesar bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan memompa jantung dan terjadilah gagal jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa menyebabkan jantung bekerja lebih berat. Jantung juga bekerja lebih berat jika harus mendorong darah melalui jalan keluar yang menyempit (biasanya penyempitan katup aorta). Penyebab yang lain adalah kekakuan pada perikardium (lapisan tipis dan transparan yang menutupi jantung). Kekakuan ini menghalangi pengembangan jantung yang maksimal sehingga pengisian jantung juga menjadi tidak maksimal. Penyebab lain yang lebih jarang adalah penyakit pada bagian tubuh yang lain, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan oksigen dan zat-zat makanan, sehingga jatnung yang normalpun tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut dan terjadilah gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi di seluruh dunia karena penyakit yang terjadipun tidak sama di setiap negara. Misalnya di negara tropis sejenis parasit tertentu bisa bersemayam di otot jantung dan menyebabkan gagal jantung pada usia yang jauh lebih muda. Gejala Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup. Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru. Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk. Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal. Diagnosa Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan fisik, yang biasanya menunjukkan: – denyut nadi yang lemah dan cepat – tekanan darah menurun – bunyi jantung abnormal – pembesaran jantung – pembengkakan vena leher – cairan di dalam paru-paru – pembesaran hati – penambahan berat badan yang cepat – pembengkakan perut atau tungkai. Foto rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru. Kinerja jantung seringkali dinilai melalui pemeriksaan ekokardiografi (menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan jantung) dan elektrokardiografi (menilai aktivitas listrik dari jantung). Pemeriksaan lainnya bisa dilakukan untuk menentukan penyakit penyebab gagal jantung. Pengobatan Pengobatan dilakukan agar penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidup serta meningkatkan harapan hidupnya. Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu mengobati penyakit penyebab gagal jantung, menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung dan mengobati gagal jantung.

MENGOBATI PENYEBAB GAGAL JANTUNG

1. Pembedahan bisa dilakukan untuk: – memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung – memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung – memperbaiki penyumpatan arteri koroner yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.

2. Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.

3. Kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.

4. Pemberian obat anti-hipertensi.

MENGHILANGKAN FAKTOR YANG MEMPERBURUK GAGAL JANTUNG

Merokok, garam, kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung. Dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan olah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan. Untuk penderita gagal jantung yang berat, tirah baring selama beberapa hari merupakan bagian penting dari pengobatan. Penggunaan garam yang berlebihan dalam makanan sehari-hari bisa menyebabkan penimbunan cairan yang akan menghalangi pengobatan medis. Jumlah natrium dalam tubuh bisa dikurangi dengan membatasi pemakaian garam dapur, garam dalam masakan dan makanan yang asin. Penderita gagal jantung yang berat biasanya akan mendapatkan keterangan terperinci mengenai jumlah asupan garam yang masih diperbolehkan. Cara yang sederhana dan dapat dipercaya untuk mengetahui adanya penimbunan cairan dalam tubuh adalah dengan menimbang berat badan setiap hari. Kenaikan lebih dari 1 kg/hari hampir dapat dipastikan disebabkan oleh penimbunan cairan. Penambahan berat badan yang cepat dan terus menerus merupakan petunjuk dari memburuknya gagal jantung. Karena itu penderita gagal jantung diharuskan menimbang berat badannya setepat mungkin setiap hari, terutama pada pagi hari , setelah berkemih dan sebelum sarapan. Timbangan yang digunakan harus sama, jumlah pakaian yang digunakan relatif sama dan dibuat catatan tertulis. MENGOBATI GAGAL JANTUNG. Pengobatan terbaik untuk gagal jantung adalah pencegahan atau pengobatan dini terhadap penyebabnya. Gagal Jantung Kronis. Jika pembatasan asupan garam saja tidak dapat mengurangi penimbunan cairan, bisa diberikan obat diuretik untuk menambah pembentukan air kemih dan membuang natrium dan air dari tubuh melalui ginjal. Mengurangi cairan akan menurunkan jumlah darah yang masuk ke jantung sehingga mengurangi beban kerja jantung. Untuk pemakaian jangka panjang, diuretik diberikan dalam bentuk sediaan per-oral (ditelan); sedangkan dalam keadaan darurat akan sangat efektif jika diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Pemberian diuretik sering disertai dengan pemberian tambahan kalium, karena diuretik tertentu menyebabkan hilangnya kalium dari tubuh; atau bisa digunakan diuretik hemat kalium. Digoxin meningkatkan kekuatan setiap denyut jantung dan memperlambat denyut jantung yang terlalu cepat. Ketidakteraturan irama jantung (aritmia, dimana denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur), bisa diatasi dengan obat atau dengan alat pacu jantung buatan. Sering digunakan obat yang melebarkan pembuluh darah (vasodilator), yang bisa melebarkan arteri, vena atau keduanya. Pelebar arteri akan melebarkan arteri dan menurunkan tekanan darah, yang selanjutnya akan mengurangi beban kerja jantung. Pelebar vena akan melebarkan vena dan menyediakan ruang yang lebih untuk darah yang telah terkumpul dan tidak mampu memasuki bagian kanan jantung. Hal ini akan mengurangi penyumbatan dan mengurangi beban jantung. Vasodilator yang paling banyak digunakan adalah ACE-inhibitor (angiotensin converting enzyme inhibitor). Obat ini tidak hanya meringankan gejala tetapi juga memperpanjang harapan hidup penderita. ACE-inhibitor melebarkan arteri dan vena; sedangkan obat terdahulu hanya melebarkan vena saja atau arteri saja (misalnya nitroglycerin hanya melebarkan vena, hydralazine hanya melebarkan arteri). Ruang jantung yang melebar dan kontraksinya jelek memungkinkan terbentuknya bekuan darah di dalamnya. Bekuan ini bisa pecah dan masuk ke dalam sirkulasi kemudian menyebabkan kerusakan di organ vital lainnya, misalnya otak dan menyebabkan stroke. Oleh karena itu diberikan obat antikoagulan untuk membantu mencegah pembentukan bekuan dalam ruang-ruang jantung. Milrinone dan amrinone menyebabkan pelebaran arteri dan vena, dan juga meningkatkan kekuatan jantung. Obat baru ini hanya digunakan dalam jangka pendek pada penderita yang dipantau secara ketat di rumah sakit, karena bisa menyebabkan ketidakteraturan irama jantung yang berbahaya. Pencangkokan jantung dianjurkan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat. Kardiomioplasti merupakan pembedahan dimana sejumlah besar otot diambil dari punggung penderita dan dibungkuskan di sekeliling jantung, kemudian dirangsang dengan alat pacu jantung buatan supaya berkontraksi secara teratur. Gagal Jantung Akut. Bila terjadi penimbunan cairan tiba-tiba dalam paru-paru (edema pulmoner akut), penderita gagal jantung akan mengalami sesak nafas hebat sehingga memerlukan sungkup muka oksigen dengan konsentrasi tinggi. Diberikan diuretik dan obat-obatan (misalnya digoksin) secara intravena supaya terjadi perbaikan segera. Nitrogliserin intravena atau sublingual (dibawah lidah) akan menyebabka pelebaran vena, sehingga mengurangi jumlah darah yang melalui paru-paru. Jika pengobatan diatas gagal, pernafasan penderita dibantu dengan mesin ventilator. Kadang dipasang torniket pada 3 dari keempat anggota gerak penderita untuk menahan darah sementara waktu, sehingga mengurangi volume darah yang kembali ke jantung. Torniket ini dipasang secara bergantian pada setiap anggota gerak setiap 10-20 menit untuk menghindari cedera. Pemberian morfin dimaksudkan untuk: – mengurangi kecemasan yang biasanya menyertai edema pulmoner akut – mengurangi laju pernafasan – memperlambat denyut jantung – mengurangi beban kerja jantung.

*dari berbagai macam sumber

Oral Seks berakhir Kehamilan, Percaya gak percaya

•Maret 30, 2010 • 2 Komentar

PENASARAN…?

Sperma dan kekasihnya (www.creationwiki.org/Sperm)

Lesotho, Mungkinkah sperma yang tertelan wanita menyebabkan proses pembuahan dan menghasilkan anak? Menurut teori memang tidak mungkin. Tapi 22 tahun yang lalu, ada seorang gadis berumur 15 tahun yang hamil karena menelan sperma kekasihnya. Bagaimana mungkin? Hamilnya gadis 15 tahun akibat menelan sperma ini terjadi pada tahun 1988 di daerah Lesotho, Afrika Selatan namun kisahnya baru diketahui orang banyak akhir-akhir ini. Berikut petikan kisahnya seperti dikutip dari Lemondrop, Kamis (4/2/2010). Kejadian bermula ketika gadis 15 tahun yang bekerja di sebuah bar itu sedang melakukan seks oral bersama kekasihnya. Saat itu pula, tiba-tiba mantan kekasihnya datang lalu marah-marah. Sang mantan tidak terima melihat kejadian tersebut di depan matanya. Ia langsung mengambil pisau dan perkelahian pun terjadi diantara mereka. Akibat perkelahian tersebut, si gadis terluka pada bagian lengan dan perutnya. Gadis itu kemudian dilarikan ke rumah sakit karena luka di perutnya yang lumayan parah. Dokter langsung melakukan operasi untuk menutup perutnya yang robek. Namun sebelum menutup lubang di bagian perutnya, dokter menemukan banyak cairan di perutnya yang ternyata merupakan air liur. Kondisi gadis tersebut berangsur-angsur membaik setelah dioperasi, ia pun bisa pulang 10 hari kemudian. Namun 278 hari atau sekitar 9 bulan kemudian, ia datang lagi ke rumah sakit karena sakit di perutnya. Berbeda dengan kedatangan sebelumnya, kali ini ia datang dengan perutnya yang membesar. Sebelumnya dokter mengira ia sedang hamil tapi si gadis membantahnya karena merasa tidak pernah melakukan seks melalui vagina. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter terkejut karena ternyata ada sebuah bayi di dalam rahim gadis itu dan terdengar suara detak jantung dari perutnya. Masih dalam keadaan terheran-heran, dokter segera melakukan persiapan kelahiran untuk mengeluarkan bayi tersebut dari dalam perut si gadis. Namun ketika akan melahirkan, dokter semakin terkejut karena gadis tersebut tidak punya vagina. Operasi cesar pun dilakukan dan akhirnya keluarlah bayi laki-laki seberat 2,8 kg. Untuk menjawab teka-teki munculnya bayi dalam rahimnya, dokter pun melakukan interogasi dengan ditemani seorang suster. Dari hasil interogasi, si gadis mengaku pernah menelan sperma kekasihnya pada saat melakukan seks oral. Ia selalu melakukan seks oral karena sadar tidak punya vagina. Hasil pemeriksaan dokter terhadap gadis itu memang mengindikasikan tidak ada vagina pada bagian vulvanya, yang ada hanya sebuah lekukan dangkal pada bagian luar uretra dan diantara bagian labia minora. Gadis itu diketahui memiliki kelainan vagina yang disebut mullerian agenesis yang membuat sistem reproduksinya (vagina, leher rahim dan rahim) tidak lengkap. Penderita mullerian agenesis akan kesulitan melakukan hubungan seksual dan akan merasakan sakit yang luar biasa jika dipaksakan bersenggama. Si gadis memang sedikit khawatir pada saat perutnya membesar setelah operasi 9 bulan yang lalu. Namun ia tidak pernah menghiraukan dan mengira itu hanya efek samping dari operasi sebelumnya, lagipula menurutnya ukuran perutnya tidak terlalu besar saat itu. Tapi bagaimana bisa si gadis hamil sedangkan tidak pernah berhubungan seks melalui vagina? Dokter pun memberikan penjelasan berdasarkan acuan dari British Journal of Obstetrics and Gynecology. Kemungkinannya adalah, sperma masuk melalui saluran pencernaan. Meski menurut teori sperma tidak dapat bertahan dalam suasana lambung yang sangat asam, namun yang terjadi pada gadis itu tidak demikian. Sperma yang ditelan bisa melalui lambung dan masuk ke bagian reproduksinya tanpa mengalami kerusakan karena terlindung oleh air liur yang berfungsi sebagai buffer atau bahan penetral ketika bertemu asam lambung. Air liur dapat menetralkan suasana asam karena memiliki pH yang tinggi (basa). Si gadis memang diketahui memiliki tubuh sangat kurus, menurut dokter faktor itulah yang memicu produksi air liurnya berlebih. Sampai saat ini, kasus masuknya sperma melalui saluran pencernaan itu masih membuat beberapa dokter bingung dan tidak percaya.

Eemoo sendiri masih ragu sama berita ini…Tapi intinya adalah “KEHAMILAN TERJADI AKIBAT BERTEMUNYA SPERMA DENGAN SEL TELUR”, bagaimana cara bertemunya? mungkin ini salah satu variasinya, HANYA TUHAN YANG TAHU…

Sumber : http://health.detik.com/

Lelah bersama HIV/AIDS dan NARKOBA

•Januari 25, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lelah butuh istirahat

Lelah merupakan suatu akibat dari pekerjaan yang berlangsung terus menerus tanpa adanya rehat, begitulah menurut hemat saya. Saat lelah apa yang kita lakukan? Istirahat. Ya, istirahat merupakan pilihan bijak bila kita menderita ke-lelah-an. Dan juga merupakan jawaban logis untuk kita sejenak tidak “bekerja”. Saat lelah maka semua pekerjaan akan terlihat sangat berat dan sangat membuat kia berfikir sejenak..”kok gak ada habisnya”..

HIV/AIDS dan NARKOBA merupakan bagian hidup manusia, begitulah yang terjadi sekarang. Tidak ada diantara kita yang tidak membicarakan salah satunya, minimal seminggu sekali, mhhh, dua minggu sekali atau bahkan tiap hari. Dipinggir jalan, televisi, radio, internet selalu ada gerakan moral untuk membumihanguskan “mereka” dari muka bumi. Gerakan yang menelan biaya gak tahu berapa, tapi yang pasti bisa bikin Lumpia basah untuk seluruh umat manusia, barangkali. Saking seringnya kita diberi peringatan bahaya HIV/AIDS dan NARKOBA, saking seringnya kita melihat penderitaan saudara kita, semakin biasa hal itu menghampiri diri kita, sampai saya kadang berkata…uhh cape deh…!

Cape karena banyaknya biaya keluar, banyaknya korban jatuh, banyaknya tulisan, banyaknya banyak banyak………banyak kuadrat. Tapi yang terjadi adalah kelelahan. Mungkinkah kita rehat sedikit memerangi HIV/AIDS dan NARKOBA. Sejenak untuk mengumpulkan tenaga. Disaat yang bersamaan “mereka” tidak pernah rehat.

Mungkin rehat bukan solusi bijak, tapi juga bukan solusi buruk. Lalu, kalau kjita rehat…sampai kapan…?

Menunggu samapai kapan sebaiknya saya rehat dulu membahas hal ini, karena saya lelah. Beberapa saat kedepan mungkin saya udah segar lagi dan membahas kelanjutannya….

Sabar yang menjemukan adalah perbuatan mulia yang menjemukan…

11 Fakta Kondom dan HIV/AIDS

•November 14, 2009 • 4 Komentar
kondom bocor

Kondom Bocor

Kondom sekarang jadi semacam icon perang melawan AIDS. Propaganda yang besar membuat Kondom menjadikan sebuah produk yang laku dipasaran. Sebagai sebuah alat kontrasepsi, pada awalnya,  sekarang melebar menjadi alat pencegah Penulalaran Penyakit Menular seksual. Tetapi seberapa jauh kedigdayaan kondom? Sebelas fakta dibawah ini mungkin bisa menjadi awal pemikiran kita tentang bagaimana sebenarnya posisi kondom dalam “hidup kita”

Fakta:1

Latex kondom dapat memiliki lubang alami yang sekurang-kurangnya 50 kali lebih besar dan hingga 500 kali lebih besar daripada virus AIDS.

Fakta: 2

Dalam cairan semen, HIV bebas berada dalam cairan semen bukan dalam sel atau dalam sel yang berhubungan
Fakta: 3

“langsung kontak dengan air mani adalah sarana utama penularan HIV seksual. virus gratis ada di air mani, pada konsentrasi setinggi 108 partikel virus per ml. HIV juga ditemukan dalam sperma-bebas cairan pra-ejakulasi diperoleh dari laki-laki HIV-positif. ”
Fakta: 4

Lebih dari satu juta partikel berukuran HIV, melewati satu sentimeter persegi karet dalam waktu 30 menit. Ini adalah tingkat lebih dari 33.000 partikel / menit, hampir 560/second. Tidak diketahui betapa sedikit virus HIV diperlukan untuk infeksi terjadi.
Fakta: 5

Tingkat sel-bebas HIV dalam air mani dapat bervariasi. Jumlah sel-bebas HIV berkisar dari beberapa ratus hingga satu juta per ml air mani yang terinfeksi.
Fakta: 6

Setiap tindakan seks menghasilkan sekitar 3,3 ml semen.

Fakta:7

SIV, versi monyet HIV, adalah sama dengan HIV dan model SIV diakui oleh UNAIDS.
Fakta: 8

Ketika SIV ditransmisikan ke vagina, sel-bebas SIV adalah 10.000 kali lebih efisien dalam menginfeksi melalui vagina dari SIV terkait sel.
Fakta:9

Ada 9 viral load yang tinggi pada semua tahap penyakit HIV dan viral load meningkat 7 kali lipat selama perkembangan penyakit.

Fakta:10

“tes HIV tidak dapat mendeteksi tingkat yang sangat rendah HIV. Bahkan jika gagal tes untuk mendeteksi HIV, tingkat terdeteksi HIV tidak setara untuk menjadi terbebas dari penyakit HIV. Pasien masih dapat menular dan risiko penularan masih bisa.”
Fakta: 11

Beberapa orang menjadi terinfeksi setelah satu atau hanya beberapa kontak seksual.

Sumber informasi :

http://www.unitedforlife.com/condomhiv2.html

(vid) Gadis Cantik hidup dengan HIV, Life as teenager with HIV

•November 10, 2009 • 3 Komentar

Life as teenager with HIV, ya begitu judulnya. Remaja dalam video tersebut terlahir dengan HIV. Apa yang Anda pikirkan kalau Anda berada dalam posisinya? Stigma ODHA, sebagai “kaum” yang mendapat diskriminasi memang menjadi sorotan luas. Disatu sisi mereka juga manusia biasa yang memiliki hak yang sama di dunia ini (karena memang dunia bukan milik para non-ODHA), namun disatu sisi penyakit yang menakutkan ini memiliki pola penyebaran yang sulit diputus, karena menyebar melalui “interaksi sosial nyeleneh”. Selama seks bebas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang masih terus ada dimuka bumi ini maka HIV/AIDS akan menjadi bagian hidup manusia. Tetapi apa salah dari manusia yang terlahir dengan orangtua dengan HIV/AIDS, seperti kasus remaja diatas. Apakah kita sangat tidak tahu diri untuk mengucilkannya? Apakah kita samakan dia dengan ODHA yang didapat karena kesaahan manusia itu sendiri, misalnya “suka jajan” sembarangan? Kalau untuk yang satu ini mungkin HIV mungkin hukuman sosial yang paling berat. Untuk kasus ODHA semenjak lahir memang jadi sesuatu yang dilematis. Individu ini lahir dengan hilangnya beberapoa hak asasinya sebagai manusia. Misalnya dia tidak bisa berhubungan seks, tidak bisa melakukan tindakan mulia seperti donor darah, mungkin tidak bisa punyaa anak. Betapa sesuatu yang menyedihkan. Tentu kita tidak ingin ada lagi anak manusia yang terlahir dengan kondisi seperti ini.

MARI BERSAMA LAWAN HIV/AIDS

EEMOO HIMSELF WILL FIGHT AGAINTS HIV/AIDS

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.