Ibu Hamil, Mendadak Aborsi, berbuat dosa repot juga


tulisan ini dibuat setelah saya ikut serta dalam diskusi kasus aborsi di bagian forensik FKUnHas

mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi, kalaupun terjadi …don’t know what to say…

Aborsi di Indonesia maupun dimanapun selalu berada di daerah abu-abu. Halal/legal gak ya? atau Halal dengan syarat(syarat medis), atau Haram/ilegal dengan  syarat, atau Haram absolut. Banyak kejadian aborsi terjadi dengan berbagai macam latar belakang.

PERTANYAAN BESAR…SIAPA SEEH YANG DI BIKIN REPOT SAMA KASUS ABORSI???

Keluarga???…Dokter???…Ulama???…MenKes???…Presiden???…Dukun Beranak???…Tetangga???…Polisi???…Negara???…Tukang Pangsit didepan rumah?…

atas nama cinta maka terhembuslah nafas didunia…he/she’s so cute…he/she wanted to see her/his mother,  tapi sayang seribu pangkat seribu sayang…you must die babe…

Pertanyaan tadi mungkin jawabannya satu…”semua dibikin repot…”

Tapi saya mau menyorot peran dokter dalam kasus aborsi…WHY?

Karena dia adalah “bintang tamu” dengan bayaran yang mahal, yang menjadi tokoh sentral dalam drama aborsi, dia yang paling repot sebelum, selama dan sesudah aborsi…kecuali kalau aborsi dilakukan dengan bantuan bukan dokter (dukun, self service, obat-obatan)

Seberapa repotkah dia…?

sebelum aborsi repot apa aja kira-kira…gue gak tau pastinya…tapi perlengkapan aborsi, mulai dari obat-obatannya, alat-alat, sampai tempat aborsi yang aman, nyaman dan bebas “ancaman”. Hal ini begitu ilegalnya sampai transaksinya mirip transaksi barang haram. Obatnya di beli dengan maksud ilegal, alatnya dia beli dengan tujuan ilegal. Belum lagi uang tutup mulut buat orang sekitar situ. Bayarannya pasti mahal, lebih mahal dari bayar melahirkan normal (kecuali ada yang mau banting harga). Membeli kerepotan ilegal adalah tidak murah.

selama aborsi kerepotan dokter agak sedikit berkurang karena rendahnya pengatahuan sang “ibu abortus” tentang aborsi itu sendiri dan kekalutannya sehingga apa yang dilakukan dokter tidak pernah dia bantah, selama jabang bayinya keluar its ok, mau berdarah-darah, sakit, kelaminnya diubek-ubek, toh sang ibu abortus” gak peduli (apalagi “calon bapaknya”), yang penting kehamilannya diterminasi(diakhiri)…Tuhan ampunilah kami

setelah aborsi repotnya dokter disini adalah kalau dia tersandung kasus yang masuk dalam ranah hukum, gimana kalau ibunya meninggal, gimana kalau mayat bayinya sampai didapat orang lain, atau aborsinya gak bersih sampai muncul komplikasi medis bagi sang ibu. dalam hal ini dokter pasti dapet sanksi hukum, apalagi kalau kasusnya ilegal…kasian de loe…

itu baru dari sisi dokter, belum keluarganya, pasti repot abis deh, wajah keluarga tercoreng, lingkungan tercoreng, semua dibikin repot….

JANGAN SAMPE DEH  MEREPOTKAN ORANG DENGAN KEREPOTAN ILEGAL, MEREPOTKAN DENGAN KEREPOTAN LEGAL AJA ITU LUMAYAN MENGURAS TENAGA…

“Babe sory you can’t see the world because of your parents ego”…see you in next chapter

~ oleh eemoo pada Januari 20, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: