Sifilis a.k.a Raja Singa


Sebagai PMS yang cukup populer, sifilis kurang mendapat publikasi yang cukup. Banyak orang tidak mengetahui apa, gimana, gejala dan lainnya. Lagi-lagi HIV/AIDS yang mendapat perhatian paling besar, itu bisa dimaklumi. Namun sifilis juga merupakan momok yang menakutkan, karena satu paket penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, Nikmat membawa sengsara.

Sifilis
Penyakit Menular Seksual

Jenis Infeksi: Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Cara Penularan Sifilis: Cara yang paling umum tertular penyakit ini melalui alat kelamin atau seks oral. Namun, hal itu dapat ditularkan melalui hubungan non-seksual jika luka (chancres) ruam atau tambalan mukosa yang disebabkan oleh sifilis datang di kontak dengan kulit rusak terinfeksi non individu.

Gejala Sifilis: Pada fase awal, penyakit tanpa rasa sakit menghasilkan luka atau “chancres” yang biasanya muncul pada alat kelamin tetapi dapat muncul di manapun pada tubuh. Jika tidak diobati, penyakit berkembang ke tahap-tahap infeksi lain yang termasuk ruam, demam, sakit tenggorokan, rambut rontok dan pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh.

sifilis guma

sifilis guma

Pengobatan Sifilis: Penyakit ini dapat disembuhkan dengan penisilin, namun, kerusakan organ tubuh tidak dapat dikembalikan.

Kemungkinan Konsekuensi dari Sifilis bagi Orang Terinfeksi: Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, otak, mata, sistem saraf, tulang dan sendi, dan dapat menyebabkan kematian. Orang dengan sifilis aktif memiliki risiko yang terkena HIV akan menyebabkan infeksi karena luka (chancres) memberikan entry point bagi virus AIDS.

Kemungkinan Konsekuensi dari Sifilis untuk Janin dan Bayi: Jika tidak diobati, seorang wanita hamil dapat menularkan penyakit ke janin. Kelahiran mati dan kematian dalam masa bayi terjadi dalam banyak kasus ini. 50% melahirkan bayi dengan sifilis aktif. Jika tidak terdeteksi, kerusakan dapat terjadi pada bayi jantung, otak, dan mata.

Pencegahan Sifilis: berpantang dari vagina, anal dan oral seks dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara 100% efektif untuk mencegah penularan seksual sifilis. Lateks kondom dapat mengurangi risiko tertular penyakit selama seks. Namun, masih mungkin untuk kontrak sifilis, meskipun menggunakan kondom, melalui luka di daerah genital. Hal ini juga penting untuk menghindari non-seksual kontak fisik dengan luka infeksi (chancres), ruam atau bercak lendir disebabkan oleh sifilis.

Sumber info :

~ oleh eemoo pada Oktober 12, 2009.

2 Tanggapan to “Sifilis a.k.a Raja Singa”

  1. Kalau raja singa bisa menular lewat ciuman gk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: