Pria Hamil, mungkinkah?


Seorang Pria, 35 tahun, Thomas Beatie ditenggarai telah melahirkan seorang bayi perempuan bernama Susan Julliete. Banyak situs yang memberitakannya. Tapi sayangnya Thomas bukanlah lelaki “tulen”, Thomas Beatie yang dilahirkan sebagai perempuan, ketika dewasa memutuskan untuk menjadi laki-laki. Dia pun menjalani operasi rekonstruksi dada dan terapi testosteron. Namun dia memutuskan untuk tetap mempertahankan organ-organ reproduksi wanitanya.

Thomas  rela melakukan operasi kelamin agar bisa mendapatkan keturunan biologis secara alami. Dia menjalani operasi perubahan alat vitalnya sehingga memiliki vagina dan organ kewanitaan lainnya. Langkah selanjutnya Thomas Beatie, mendapatkan inseminasi sperma dari pendonor. Tindakan inseminasi itu dilakukan dirumah dgn dibantu oleh istrinya.
Pria transgender bisa mengandung karena dia memiliki organ yang sama dengan wanita ” kata dr. Lisa Masterson dokter kandungan di Pusat kesehatan Cedars-Sinai di Beverly Hills.

Jadi sebenarnya kalau kita cermati berita ini, ternyata bukan seorang lelaki yang kita pikirkan yang melahirkan bayi perempuan tetapi seorang transgender.

Gimana sih terjadinya kehamilan?

Terjadinya kehamilan. Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

Jadi Kehamilan hanya bisa terjadi bila “seseorang” tersebut memiliki organ-organ “kehamilan”, yang notabene hanya dimiliki perempuan. Dan Thomas Beatie memiliki organ-organ tersebut karena memang sebelumnya dia telah memilikinya.

~ oleh eemoo pada Oktober 16, 2009.

Satu Tanggapan to “Pria Hamil, mungkinkah?”

  1. wow bagus juga nih ceritanya kita jadi ngerti lebih jelas ,
    soalnya waktu kita belajar biologi dulu kurang fokus dengerinnya. he hehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: