Pedofilia, kaget dan gak ngerti


pedofiliaPedofilia (dari bahasa Yunani: paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις, “anak-anak”) dan philia (φιλια, “cinta”) adalah kondisi orang yang mempunyai ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasa yang memiliki kondisi ini. Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Orang-orang yang mempunyai kondisi ini disebut pedofil (bahasa Inggris: pedophile).

Kalau Anda lihat Video ini, pasti Anda kaget dan gak nerti. Kok bisa ya?

Praktik pedofilia di Indonesia mulai ramai dibicarakan sekitar sepuluh tahun terakhir. Pernikahan orang dewasa dengan anak di bawah usia pun sudah sejak dulu merebak dimana-mana. Meskipun kadang sulit dicari batasan apakah hal yang normal atau pedofilia. Beberapa kasus praktek kejahatan pedofilia mulai sering dilaporkan, khususnya dari aktivis LSM Perlindungan Anak. Apalagi dalam beberapa kasus yang terkuak para pelaku pedofilia itu adalah warga negara asing. Tidak heran di daerah-daerah wisata Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan asing dijadikan surga praktik pedofilia. Biasanya mereka mengelabuhi anak-anak dengan memberikan uang, pakaian, makanan atau mainan secara berlebihan. Terkadang anak diangkat sebagai salah satu anak asuhnya dengan mengatasnamakan dirinya sebagai pekerja sosial LSM.

Aktivitas seks yang dilakukan oleh penderita pedofilia sangat bervariasi. Aktifitas tersebut meliputi tindakan menelanjangi anak, memamerkan tubuh mereka pada anak, melakukan masturbasi dengan anak, dan bersenggama dengan anak. Jenis aktivitas seksual lain yang dilakukan juga bervariasi tingkatannya, termasuk stimulasi oral pada anak, penetrasi pada mulut anak, vagina ataupun anus dengan jari, benda asing, atau alat kelamin laki-laki. Orang dengan pedofilia seringkali merasionalisasikan dan beralasan bahwa perilakunya merupakan hal sifatnya mendidik, dan anak-anak tersebut juga mendapat kepuasan seksual, atau anak-anak itu sendiri yang menggoda.Pada tahun 1995 Kapolda Bali saat itu Irjen Pol Made Mangku Pastika mengungkapkan, hasil penyelidikan polisi menunjukkan, modus kaum pedofil warga asing dalam melancarkan aksinya, berpura-pura menjadi seorang donatur. Karenanya, Kapolda mengingatkan masyarakat Bali untuk lebih berhati-hati dalam menerima uluran tangan dari para anggota foundation yang belum jelas keberadaannya. Menurut Profesor LK Suryani, Direktur LSM Committee Againts Sexual Abuse (CASA) Bali menyatakan adanya petunjuk kuat bahwa kaum pedofilia telah menjadikan Bali sebagai salah satu daerah tujuan mereka. Terbukti dengan banyak beredarnya foto-foto anak-anak Bali di Internet. Bahkan kasus praktik pedofilia juga pernah terjadi di Lombok, Batam, Medan, Ujung Pandang dan Surabaya.

Apapun itu, bagaimanapun itu, memang peofilia seperti penyakit masyarakat lainnya selalu sulit di berantas. Selalu memiliki modus operandi yang berbeda. Ini sangat menyakitkan karena sang korban masih tidak tahu apa yang terjadi. Pedofilia merupakan “pembunuhan karakter” karena korban pedofilia akan mengalami perubahan karakter hidupnya. Alert and Aware.

~ oleh eemoo pada Oktober 20, 2009.

4 Tanggapan to “Pedofilia, kaget dan gak ngerti”

  1. bllog yang mengkhususkan penulisan seputar kelamin, hehehe… sangat bermanfaat… salam kelamin, hehehee….

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    • Sebagai Makhluk Hidup manusia pasti bergelut dengan seks sebagai bagian hidup, dan itu perlu dibahas, karena dengan membahasnya maka kita tahu mana yang benar dan yang salah

  2. nuhun i atas postingnya yang bagus…
    kenalkan sy Agus Suhanto

  3. salam kenal, postingan yang bagus untuk menambah wawasan, blog nya sudah saya link ke blog kami ruanghati.com salam sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: