(vid) Gadis Cantik hidup dengan HIV, Life as teenager with HIV


Life as teenager with HIV, ya begitu judulnya. Remaja dalam video tersebut terlahir dengan HIV. Apa yang Anda pikirkan kalau Anda berada dalam posisinya? Stigma ODHA, sebagai “kaum” yang mendapat diskriminasi memang menjadi sorotan luas. Disatu sisi mereka juga manusia biasa yang memiliki hak yang sama di dunia ini (karena memang dunia bukan milik para non-ODHA), namun disatu sisi penyakit yang menakutkan ini memiliki pola penyebaran yang sulit diputus, karena menyebar melalui “interaksi sosial nyeleneh”. Selama seks bebas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang masih terus ada dimuka bumi ini maka HIV/AIDS akan menjadi bagian hidup manusia. Tetapi apa salah dari manusia yang terlahir dengan orangtua dengan HIV/AIDS, seperti kasus remaja diatas. Apakah kita sangat tidak tahu diri untuk mengucilkannya? Apakah kita samakan dia dengan ODHA yang didapat karena kesaahan manusia itu sendiri, misalnya “suka jajan” sembarangan? Kalau untuk yang satu ini mungkin HIV mungkin hukuman sosial yang paling berat. Untuk kasus ODHA semenjak lahir memang jadi sesuatu yang dilematis. Individu ini lahir dengan hilangnya beberapoa hak asasinya sebagai manusia. Misalnya dia tidak bisa berhubungan seks, tidak bisa melakukan tindakan mulia seperti donor darah, mungkin tidak bisa punyaa anak. Betapa sesuatu yang menyedihkan. Tentu kita tidak ingin ada lagi anak manusia yang terlahir dengan kondisi seperti ini.

MARI BERSAMA LAWAN HIV/AIDS

EEMOO HIMSELF WILL FIGHT AGAINTS HIV/AIDS

~ oleh eemoo pada November 10, 2009.

3 Tanggapan to “(vid) Gadis Cantik hidup dengan HIV, Life as teenager with HIV”

  1. kasihan dari awal lahir sudah demikian, pasti tuhan memberikan sesuatu hal yang terbaik untuknya.

  2. ya Allah.. berapa banyak remaja yang hidup seperti ini..😦
    samasekali tidak ada keinginan mengucilkan mereka, tapi di saat yang sama, kenapa mereka berusaha mengucilkan diri sendiri?

    banyak orang yang merasa simpatik. dengan pola pikir “setiap orang pasti punya kesalahan”, “mereka hanya korban dari masa remaja”, dan sebagainya, seakan tidak peduli bahwa kita sendirilah yang membutakan mata mereka, menutup mata dan pura-pura tidak peduli bahwa suatu saat para remaja itu bisa tergelincir melampaui nilai etika.

    dan cara kita menutup mata adalah: dengan menyetujui nilai-nilai modernitas yang cukup melampaui batas etika yang seharusnya.

    (bahkan pada titik ini, kita masih menisbikan etika dan tata krama!)

  3. salam kenal, bolehkah bertukar link??
    blognya bagus,link sudah saya pasng di blog saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: